Gapura Sokansa di antara Monumen Dawet Ayu dan Serulingmas

SD NEGERI 1 SOKANANDI UPT DINDIKPORA KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA.

Selalu Semangat dan Ceria

SD NEGERI 1 SOKANANDI UPT DINDIKPORA KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA.

Pembelajaran yang menyenangkan sehingga berprestasi

SD NEGERI 1 SOKANANDI UPT DINDIKPORA KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA.

Group Rebana Sokansa sedang beraksi di tingkat Provinsi Jateng

SD NEGERI 1 SOKANANDI UPT DINDIKPORA KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA.

Kegiatan-Kegiatan di Sekolah

SD NEGERI 1 SOKANANDI UPT DINDIKPORA KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA.

Tampilkan postingan dengan label Ujian SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ujian SD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

JADWAL UJIAN SEKOLAH DASAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014

 JADWAL UJIAN SEKOLAH DASAR
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

UTAMA
NO
HARI/
TANGGAL
WAKTU
MATA PELAJARAN
1
Senin,
19 Mei 2014
08.00  - 10.00
Bahasa Indonesia
2
Selasa,
20 Mei 2014
08.00  - 10.00
Matematika
3
Rabu,
21 mei 2014
08.00  - 10.00
Ilmu Pengetahuan Alam
4
Kamis,
22 Mei 2014
08.00 -09.30
Pendidikan Agama
10.00 - 11.30
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
5
Jumat,
23 Mei 2014
08.00 -10.00
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
6
Sabtu,
24 Mei 2014
08.00 -09.30
Mulok Bahasa Jawa
10.00 - 11.30
Mulok Kabupaten

Senin, 07 Oktober 2013

Mulai Tahun Ini (2014) Ujian Nasional (UN) SD Ditiadakan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi mengumumkan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SD mulai tahun ini ditiadakan. Mulai tahun pelajaran 2013/2014 ujian nasional untuk SD tidak dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Dalam pasal 67 dapat disimpulkan bahwa pemerintah menugaskan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menyelenggarakan ujian nasional untuk pendidikan dasar dan menengah, kecuali untuk jenjang SD/MI/SDLB dan bentuk lain yang sederajat. Wamendikbud, Musliar Kasim mengatakan Kemendikbud tidak akan melanggar ketentuan dalam PP tersebut.

BSNP mendapatkan amanat untuk menyelenggarakan ujian secara nasional untuk jenjang SMP dan SMA atau yang sederajat. Sedangkan untuk jenjang SD, ujian akhir dijalankan oleh pemerintah provinsi (Pemprov). Kemendikbud melalui BSNP hanya menitipkan 25 persen butir soal saja pada ujian tersebut.

"Ujian akhir SD kita pasrahkan ke pemda. Tetapi pemerintah pusat tetap meminta ada standarisasi, yakni melalui soal nasional yang dititpkan itu," kata Musliar Kasim yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN.com (07/10/2013).

Melalui titip butir soal dari pemerintah pusat pada unas SD tetap sebesar 25 persen yang berstandar nasional itu, pemerintah tetap bisa mengukur kompetensi pendidikan jenjang SD mulai dari tingkat sekolah hingga kabupaten/kota dan provinsi. Musliar berharap seluruh siswa SD lulus ujian akhir dan melanjutkan ke SMP semuanya sebagai semangat wajib belajar sembilan tahun

Sabtu, 28 September 2013

UN 2014 Tetap Ada !

Konvensi Ujian Nasional menyepakati bahwa UN (Ujian Nasional) bagi peserta didik akan tetap diadakan pada tahun 2014 mendatang. Konvensi yang menuai banyak protes dari para aktivis pendidikan tersebut, karena dianggap tidak membahas substansi dari permasalahan carut marut ujian nasional pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal membuat hasil evaluasi secara seragam tanpa melihat sarana, prasarana, kemampuan guru mapun siswa dari tiap sekolah-sekolah seharusnya itu merupakan hal yang tidak tepat. Bukankah lebih baik jika kementrian pendidikan dan kebudayaan membangun terlebih dahulu sarana baik itu fisik (gedung sekolah dan prasarananya) maupun SDM (guru atau pendidik) yang merupakan modal awal dalam mendidik calon generasi muda.

Tidak hanya tetap melaksanakan UN 2014, tetapi prosentase kelulusan yang harus didapat siswa juga akan naik dari yang sekarang 60 % UN + 40 % US, mulai UN tahun 2015 (UN tahun depan masih sama prosentasenya) akan makin naik 70 % lalu 80 % hingga nanti 100 %. Sebagai seorang pendidik yang juga ikut merasakan bagaimana ujian nasional itu, saya hanya mengelus dada karena hasil konvensi yang tidak mencerminkan harapan saya pribadi dan juga masyarakat pada umumnya. Bagi saya sudah banyak contoh kasus di media bahwa ada sebagian sekolah yang melakukan ketidakjujuran dalam pelaksanaan UN demi siswanya lulus 100 % dan sekolah tersebut mendapat gelar “sekolah dengan kelulusan UN 100 %.” Buat apa gelar tersebut jika siswa yang dihasilkan adalah produk-produk dari ketidakjujuran sistem pendidikan nasional yang mengedepankan hasil dengan menghalalkan segala cara, kalau perlu dengan mendapat bocoran jawaban yang pasti beredar menjelang UN berlangsung.

Generasi muda ini sebenarnya membutuhkan pembelajaran karakter tidak hanya teoritis tetapi juga prakteknya. Jika UN tetap ada, bahkan prosentase dinaikkan tiap tahun, maka yang dikejar adalah nilai dan bukan pembelajaran. Jika kelulusan siswa hanya ditentukan 3-4 hari saat UN, maka buat apa seorang siswa SMP dan SMA belajar 3 tahun ? Ibaratnya pembelajaran selama 3 tahun ditentukan hanya dalam 3 atau 4 hari saja di level terakhir yaitu kelas 9 dan 12. Apakah ini yang disebut mencerdaskan kehidupan bangsa ? Semoga saja hasil konvensi tersebut dapat dievaluasi kembali dan pemerintah dalam hal ini kemendikbud dengan mendengarkan masukan dari para ujung tombak di lapangan yaitu para guru seperti saya ini. Akan tetapi, jika tetap pada pendiriannya saya hanya berharap semoga saja pemilu tahun 2014 mendatang pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang berpihak pada pembangunan manusia melalui proses yang benar, dan bukan hanya semata-mata angka kuantitatif maupun standarisasi kelulusan.

Baca Juga:

Mulai Tahun Ini (2014) Ujian Nasional (UN) SD Ditiadakan